Mengenal Pusaka Jujang Siliwangi, Rajanya Pusaka Kejayaan dan kekayaan Tanah Pasundan

pusaka kekayaan kujang siliwangi

Pada abad XIV Pengeran Pamanah Rasa diangkat oleh ayahandanya,Pangeran Anggarara, untuk meneruskan tahtaKerajaan Gajah.Hingga suatu ketika, Pangeran Pamanah Rasa memutuskan berkelana.Keluar dari kerajaan dan ingin melihat secara langsung keadaan diluar kerajaan. Eyang Jaya Perkasa lah yang dititipi untuk memegang kerajan selama kepergian Pangeran Pamanah Rasa berkelana.

Disamping itu, Pangeran Pamanah Rasa mempunyai niat untuk mencari ilmu dengan mengunjungi kerajaan-kerajaan yang lain.Sembarimemperkenalkan kerajaan Gajah ke dunia luar.

Beliau keluar dari kerajaan sendiri tanpa adanya pengawalan dari pihak kerajaan, padahal banyak prajurit yang menawarkan supaya dikawal, namun beliau bersikukuh ingin pergi sendiri.

Pangeran Pamanah Rasa berkelana keluar dari hutan, beliau merasa haus dan hendak mencari air. Tibalah beliau menemukan sebuah air terjun yang besar (yaitu air terjun Curug Sawer di Majalengka).Namun setelah sampai di air terjun tersebut, Sang Pangeran merasa sangat kaget.Kedatangan beliau ternyata disambut sekelompok siluman harimau besar.Salah satu Harimau Putih paling besar dari kumpulan siluman tersebut menghampiri Sang Pangeran.

Siap untuk menerkam. Tinggal beberapa langkah lagi Harimau Putih tersebut menerkam Pangeran Pamanah Rasa. Berbekal ilmu kanuragan yang dimilikinya, dibentuklah sebuah gulungan angin dan air untuk dijadikan sebuah senjata untuk melawan Siluman Harimau Putih tesebut.

Sempat terjadi pertempuran yang sengit antara Pangeran Pamanah Rasa dan Harimau Putih. Yang akhirnya pertarungan dimenangkan oleh Sang Pangeran. Perjalanan pun kembali dilanjutkan. Namun sebelum berangkat, Pangeran Pamanah Rasa diberikan pakaian oleh Harimau Putih, karena pakaiannya robek ketika bertempur melawan Harimau Putih itu. Merasa belum cukup hanya dengan memberikan pakaian, Siluman Harimau Putih pun memutuskan untuk mengabdi dan mendampingi beliau sebagai keputusan terbaik yang diambilnya.

 

Legenda Tanah Pajajaran dan Harimau Putih

 

Suatu ketika, Sang Pangeran hatinya merasa tidak tenang dan merasakan ada sesuatu yang sedang terjadi di Kerajaannya. Akhirnya beliau memutuskan untuk kembali pulang, dari kejauhan sudah terdengar ada peperangan yang terjadi di Kerajaan.Ternyata Kerajaan Gajah sedang diserang oleh Kerajaan Mongol. Seketika itu, mendadak keluar berhamburan harimau putih yang entah darimana datangnya menyerang pasukan dari Kerajaan Mongol. Tak lama kemudian pasukan Kerajaan Mongol kocar kacir oleh amukan harimau putih. Perang pun selesai dengan kemenangan dari Kerajaan Gajah.Dari sana-sini terlihat para prajurit menyembah kepada beliau, dan seketika itu pula Harimau Putih yang berbaris lenyap menghilang secara ghaib.

 

Hari berikutnya, Eyang Jaya Perkasa diminta Pengeran Pamanah Rasa untuk membuatkan tiga senjata yang menyimbolkan tataran Sunda, yaitu senjata pisau dengan bentuk menyerupai harimau.Senjata pertama berwarna hitam yang dibuat dari batu meteor.

Batu meteor ini dibakar dan dibentuk sendiri oleh Pangeran Pamanah Rasa. Senjata kedua dibuat dari air yang sangat dingin yang kemudian dibekukan, sehingga berubah warnanya menjadi besi kuning. Dan senjata ketiga dibuat dari besi biasa yang direndam dengan air hujan, sehingga menjadi putih berkilau.

Setelah berfikir semalaman, akhirnya Pangeran Pamanah Rasa menemukan sebuah nama senjata yang dibuatnya. Beliau memberi nama senjata tersebut “Kujang”. Adalah dari tiga senjata yang sama namun berbeda bentuknya dan warnanya.

Setelah mendapatkan nama untuk senjata khas Kerajaan, sekarang beliau memikirkan nama untuk Kerajaannya. Yang akhirnya mendapatkan nama untuk kerajaannya yaitu “Pakuan Pajajaran”. Nama ini diambil dari nama Kerajaan Gajah dan Kerajaan Harimau Putih ghaib yang dijejerkan (digabungkan). Belum selesai sampai disini, Pangeran Pamanah Rasa pun menggabungkan nama Kerajaannya yang baru dengan senjata khas Kerajaannya tersebut, sehingga lahirlah nama “Kerajaan Pajajaran”.

 

Asal-Usul Pusaka Kujang

 

Suatu ketika Pangeran Pamanah Rasa memeluk agama islam. Kemudian menikah dengan beberapa putri pembesar dari Cirebon, diantaranya menikah dengan Nyai Subang Larang sebagai istri kedua yang merupakan putri dari Ki Gendeng Tapa.

Nyai Kasih sebagai istri ketiga putri dari Ki Gendeng Kasih. Oleh Ki Gendeng Tapa, ki Gendeng Kasih, dan Ki Dampu Awang (Ayahanda dari istri pertama, Nyai Aci Putih), akhirnya Pangeran Pamanah Rasa diberikan nama “Sang Prabu Siliwangi”.Mempunyai arti“Raja Kerajaan Pajajaran yang harum namanya dan terkenal dimana-mana”.

 

Tak terasa Prabu Siliwangi menghabiskan waktunya di tanah Cirebon membina keluarga dan membesarkan anak-anaknya. Suatu ketika Sang Prabu Siliwangi didatangi seorang prajurit dari tanah Pajajaran yang diutus oleh panglimanya untuk menjemput Sang Prabu kembali ke tanah Pajajaran, karena Kerajaan Pajajaran membutuhkan seorang Raja.

 Prabu Siliwangi bingung karena sudah berbeda agama. Namun sebagai seorang Raja, beliau sudah memikirkan hal tersebut jauh-jauh hari. Akhirnya Sang Prabu Siliwangi kembali pulang ke tanah Pajajaran. Sebelum pergi, Sang Prabu berpesan kepada seluruh istrinya supaya tanah Cirebon dan ajarannya harus turun-temurun sampai anak cucu.

Setelah berpesan kepada seluruh istrinya, pulanglah Sang Prabu bersama prajurit yang menjemputnya. Waktu yang dibutuhkan untuk bisa sampai kembali ke Pajajaran adalah tiga hari. Akan tetapi dengan Ajian Halimun yang dimiliki Sang Prabu, perjalanan hanya memakan waktu setengah hari untuk sampai di Kerajaan Pajajaran. Kedatangan Sang Prabu disambut suka cita oleh seluruh rakyat Kerajaan dan segenap keluarga Kerajaan Pajajaran khususnya.Sampailah Sang Prabu melangkahkan kaki masuk kedalam Kerajaan Pajajaran, tidak ada yang berubah sama sekali seperti sebelum ditinggalkan dulu.

 

Beberapa hari terakhir, Sang Prabu Siliwangi memikirkan bagaimana caranya untuk menghindari fitnah dari keluarga dan rakyatnya yang belum tahu dengan ajaran agama, jika Sang Prabu Siliwangi sudah memeluk agama islam. Sedangkan keluarga Kerajaan masih beragama Hindhu pada masa itu.

 Sang Prabu memanggil Harimau Putih yang sudah di angkat menjadi panglima perangnya, Sang Prabu meminta bantuan kepada Harimau Putih untuk memindahkan Kerajaan Pajajaran ke alam ghaib jin. Permintaan dari Sang Prabu pun segera dilaksanakan oleh Harimau Putih, namun ada syarat yang harus dipenuhi ketika hendak memindahkan suatu Kerajaan dari alam dzohir ke alam ghaib. Permintaan tersebut disanggupi panglima harimau putih, dengan syarat dilaksanakan saat bulan purnama .

 

Malam pertama bulan purnama, Sang Prabu Siliwangi bersama dengan Harimau Putihnya malam-malam berjalan ke perbatasan Kerajaan Pajajaran untuk menanam pohon jeruk. Tujuannya, ketika Kerajaan berhasil dihilangkan dari alam dzohir, tidak meninggalkan jejak sedikitpun dan bukti apapun.

 Malam purnama kedua yang ditunggu pun menjelang, Prabu Siiwangi bersama Harimau Putih menyireup agar semua rakyat Pajajaran tidur dan tidak ada yang tahu jika Kerajaannya akan dipindah ke alam ghaib.

Setelah semua rakyat Pajajaran tertidur pulas, segera dengan ilmu kanuragan yang dimiliki Prabu Siliwangi dibantu dengan kekuatan Harimau Putih, Kerajaan Pajajaran dipindah dari alam dzohir ke alam ghaib.

Setelah semua sudah berpindah ke alam ghaib, akhirnya Sang Prabu Siliwangi beserta Harimau Putih pergi ke hutan Sancang.Dalam hutan Sancang, ribuan Harimau Putih sudah menyambut kedatangan beliau. Akhirnya Sang Prabu Siliwangi beserta panglima perangnya Harimau Putih dan kawanan harimau lainnya melakukan moksa.

 

Kujang dan Mustika Siliwangi, Bukti Mistik yang Banyak Diburu Kolektor

Sejarah perjalanan Prabu Siliwangi ini tertuang dalam kitab Suwasit dan beberapa petilasan yang menjadi simbol kekuasaan sang Prabu.Selain mewariskan Kujang, Prabu Siliwangi juga meninggalkan Mustika yang sampai sekarang masih menjadi perburuan.Mustika tersebut dihuni oleh pasukan harimau gaib pengikut beliau.

 

Saya pribadi, tidak menampik sisi mistik pusaka kujang dan mustika Siliwangi. Dari beberapa petilasan Prabu Siliwangi yang sudah pernah dikunjunginya, beliau mendapatkan banyak pengalaman mistik terutama yang berkaitan dengan kujang dan mustika Siliwangi. Salah satunya di di petilasan Kampung Pajajar, kecamatan Rajagaluh, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.

 

Bukan tidak mungkin banyak ahli spiritual atau supranatural yang bisa mendapatkan lebih dari satu benda bertuah seperti Kujang dan Mustika Harimau Putih di petilasan Prabu Siliwangi.Ini dikarenakan, serombongan pasukan Hariamau Putih yang ikut mokhsa bersama dengan Prabu Siliwangi menempati Kujang dan Batu Mustika tersebar di berbagai petilasan Prabu Siliwangi.

Bagi yang berjodoh dengan benda bertuah dari Raja Pajajaran ini, maka khodam tersebut akan memberikan bisikan ghaib. Bisikan ghaib ini bisa melalui mimpi yang berturut-turut, bisa juga secara langsung ketika sedang mengunjungi petilasan dari Raja Pajajaran, Prabu Siliwangi yang adil dan Bijaksana.

 

Jika Anda ingin mendapatkan pusaka kujang berkhodam Macan putih pengikut Prabu Siliwangi, Anda bisa mendapatkannya melalui link berikut >>> (KLIK DI SINI) atau Anda bisa men